Kamis, 26 November 2020

"P U L A N G"

Setelah banyak hal ku lalui baru kali ini aku ingin pulang!


Dulu, aku ingin terus berjalan dan mengetahui apanyang ada di ujung sana, seberapa jauh aku berjalan, seberapa banyak ilmu ku dapat, seberapa banyak orang ku kenal.


Bukan lelah yang menghentikanku, sepi.


Perjalanan ini bukan untuk dilalui sendiri, perjalanan ini memang tidak seharusnya di jalani sendiri dan perjalanan ini memang tidak perlu untuk berjalan sendiri.

Perlu "teman" untuk menertawakan perjalanan ini,

Perlu "sahabat" untuk menangisi perjalanan ini,

Perlu "team work" untuk menantang perjalanan ini,

Perlu "cinta" untuk mengisi perjalanan ini,

Perlu "rumah" untuk P U L A N G.


Ketika ku bertemu banyak teman untuk tertawa, aku menertawakan banyak hal, termasuk perjalanan yang ku tempuh, meski berliku tapi menyenangkan banyak hal yang kurasakan, kulakukan, kupelajari hingga ku sia-sia kan.

Tidak selalu kesenangan dan kebahagiaan yang kudapatkan, banyak juga kesedihan, kekecewaan bahkan penghianatan, semua ku ceritakan pada sahabat, semuanya...

Sahabatku akan membiarkan aku menangis hingga tak ada lagi air mata kesedihan, dia juga akan membantu mengobati kekecewaan dan luka luka ku, dia pun akan membantuku untuk bangkit dan maju kembali untuk menghadapi dunia.

Tantangan kehidupan terus menerus berdatangan seolah tak ada habisnya, setiap tugas pun berusaha ku penuhi dan ku kerjakan, tanpa lelah. Aku tak pernah merasa lelah, aku juga tak merasakan capek, aku juga tidak merasa putus asa, selama itu adalah tugas dan kewajiban akan ku kerjakan.

a Great Team!! Dalam perlanan ini ku temukan mereka para pejuang-pejuang tangguh dan perkasa. Aku merasakan sangat bersyukur pada Allah, ini lebih dari sekedar tank baja!!!!!!

Dan menariknya, dalam perlajanan ini ku menemukan cinta, saling mencintai dan bercinta. Cinta ini selalu menggebu, bergelora dan penuh dengan hasrat. Cinta yang akan lama ku jalani, akan ada episode perjalanannya sendiri.

Perjalanan ini sangat jauh, hingga ketika aku berhenti aku rindu "rumah", aku ingin pulang! Aku ingin menceritakan perjalanan ini, tertawa, menangis, marah, mencintai dan kebanggaan yang telah kulalui ingin ku bawa pulang, ingin ku pilah yang mana yang bisa ku jadikan bekal untuk berjalan lagi.

Dulu aku menjadikan Papa sebagai "rumah" untuk perjalanan-perjalanan kecilku, langkah demi langkah yang sedikit itu, aku masih takut dan sering pulang. Papa bukan saja bisa menjadi teman, sahabat ia pun team yang baik. Banyak hal yang ku lalui bersama papa, hingga waktunya habis. Aku kuliah.

"Rumah" ku tidak banyak berganti, tapi ada yang layak huni dan tidak layak huni.

Kamis, 20 Februari 2020

Sebuah Kenangan Termanis

Lama sekali aku tidak bercerita, banyak yang aku pendam.

Bersembunyi, seakan menjadi keahlianku sekarang..

Hati ini masih bergetar melihat setiap kata dan kenangan yang masih tersimpan di internet, tersenyum tipis mengingat setiap kenangannya.

Sungguh tak ada penyesalan untuk kehidupanku sekarang, aku berterima kasih untuk kamu yang pernah membuat aku terluka, tersenyum sekaligus sangat bersyukur dengan kehidupan di dunia ini. Kamu menemaniku saat itu dan memberikanku banyak pelajaran yang sangat banyak sehingga aku masih berdiri sekarang.

Selamat berbahagia "sayang", terima kasih untuk kehidupan yang kau ukir dengan kesabaran. :)

Jumat, 24 Juni 2016

Sebuah Perjalanan

Perjalanan kehidupan yang tak pernah ku impikan itu aku dapatkan dalam keterpurukan yang mendalam. Berbagai faktor dapat dijadikan alasan untuk memberikan jawaban dan sedikit menambahkan bumbu untuk sebuah cerita kehidupan. 

Perjalanan hidupku itu bagaikan drama yang akan tamat ketika aku berhenti memerankannya, aku memerankan sebuah peran yang sangat penting, aku adalah seorang Putri sekaligus Kesatria yang tangguh. Aku pahlawan dalam dimensi kehidupan yang aku rancang dan aku imajinasikan. Seorang Putri ketika aku harus berusaha membahagiakan keluarga dan lingkunganku dan seorang Kesatria ketika aku harus meneteskan darah untuk melindungi orang-orang yang aku cintai.

Cinta itu buta, ia bahkan tak mengenal kepalsuan.

Percaya pada orang yang bahkan pernah meminta maaf dan berjanji akan hidup bersama, merajut asa bersama, tertawa bersama, memecahkan masalah bersama ternyata bukan sebuah keputusan yang terbaik. Ada kalanya aku perlu mendengarkan orang yang mencintai aku ketika aku harus memilih cinta, pendamping hidup.

Bukan untuk sebentar aku bersama seseorang yang bisa menjadi sahabat, saudara, kakak, adik, ayah bahkan musuh. Menyenangkan meskipun berjalan di kehidupan yang fana namun penuh resiko. Surga dan neraka menunggu di akhir kehidupan.

Perjalanan kehidupan yang tak pernah ku impikan itu aku dapatkan dalam keterpurukan yang mendalam. Aku merasakan sakit yang teramat dalam, aku merasa lemah dan lelah, aku merasa sendiri. Saat itu lah aku merasakan Allah sangat menyayangiku. Berbagai faktor dapat dijadikan alasan untuk memberikan jawaban dan sedikit menambahkan bumbu untuk sebuah cerita kehidupan. Banyak alasan yang aku pikirkan untuk menjadi latar belakang dalam menentukan sebuah hikmah yang Allah kirim kan kepadaku, sebuah pembelajaran yang nyata.

Fase kehidupan dunia yang indah berubah menjadi keterpurukan yang mendalam. Perencanaan yang total tak direstui ilahi. Usapan cinta tangan Allah terasa bagai cambuk yang perih, menyedihkan. Berasa menenggak racun yang hanya memakan seluruh organku tanpa menghentikan denyut jantung, kosong dan hilang arah. Racun itu terasa lama tapi sebenarnya tidak, Allah memberikan penawarnya sekaligus pil penambah imun. Subhanallah, Alhamdulillah.

Allah memberikan aku saudara, teman kerja, sahabat, guru untuk menemaniku menjalani hidup ini. Kehidupan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, kehidupan yang memaksimalkan kemampuanku tanpa merubah kodratku. Allah bahkan sangat memperhatikan berbagai detail apa yang terjadi dalam hidupku, aku seolah menjadi manusia baru yang lebih kuat dan bermanfaat.

Perjalanan ini akan terus menjadi sebuah proses cerita kehidupan seorang Putri Raja sekaligus kesatria tangguh. Ada Allah dalam hatinya, ada Allah dalam setiap hembusan nafasnya, ada Allah dalam kehidupannya.


Minggu, 14 Februari 2016

:: 10 Kebiasaan Ini Akan Membuat Kamu Menyesal 10 Tahun Lagi ::

:: 10 Kebiasaan Ini Akan Membuat Kamu Menyesal 10 Tahun Lagi ::


Pernah baca buku The Power of Habit karangan Charles Duhigg? Buku itu memaparkan betapa kebiasaan kamu pada akhirnya akan membentuk pola pikir dan pilihan-pilihan kamu dalam hidup. Ini berarti, membentuk kebiasaan sama dengan membentuk masa depan kamu.

Sekarang bayangkan deh, 10 tahun lagi kamu mau jadi apa? Sesukses apa? Pastinya kamu ingin sukses dan bahagia dong ya.. Nah, ada beberapa kebiasaan yang mungkin akan membuat kamu menyesal nantinya kalau kamu tetap pertahankan kebiasaan-kebiasaan ini.

Kenapa bisa begitu? Karena kebiasaan-kebiasaan ini sedikit banyak membuat pola pikir kamu menjadi negatif dan pemalas. Jadi, kalau kamu punya salah satu dari 10 kebiasaan ini, mulai kurangi dari sekarang yuk..

1. Malas

Duh, Percaya deh, kebiasaan yang satu ini tidak akan membawa kamu kemanapun. Tidak ada miliader yang mendapatkan uangnya dari mainin Angry Birds kan? Kalau kamu mau sesuatu, ya kamu harus memperjuangkannya. No pain, no gain kawan.

2. Menunda-nunda pekerjaan

“Duh nanti aja deh.” “Belum mood nih.” and it goes on, and on, and on… Selalu ada alasan untuk menunda sesuatu. Apa sih efek dari terlalu sering menunda ini? Ya.. nantinya kamu akan terkenal sebagai orang yang tidak punya integritas dan komitmen. Coba, kalau ada teman kamu yang kepintarannya biasa aja, tapi selalu tepat waktu mengerjakan deadline tugas, dengan kamu yang selalu menunda, bos akan pilih siapa? Sederhana kan?

3. Terlalu rempong mengurusi hal-hal kecil

Menjadi orang yang detail itu bagus, tapi terlalu detail sampai ke hal-hal yang kecil sampai kamu dirasa oleh orang lain sebagai perfeksionis brutal yang tidak percaya sama timnya sendiri, well.. it ain’t good, for your team as well as yourself. Percaya deh, orang lain kompeten kok, dan tidak semuanya harus benar-benar sesempurna yang kamu bayangkan. It’s life, imperfection it’s a part of it. Deal with it.

4. Merendahkan standarmu

Kamu harus punya standar buat segalanya. Jangan terima kalau pacar kamu nyakitin kamu terus-menerus. Jangan terima kalau kamu diperlakukan tidak baik oleh bosmu. Tetapkan standar, hargai diri kamu sendiri. Don’t ever settle for less than you want.

5. Menyerah

Banyak orang sukses itu lahir dari keadaan yang sulit dan keras. Coba deh baca cerita biografi orang-orang besar seperti Obama, Jokowi, atau Eminem. Mereka sukses bukan karena mereka langsung berhasil mewujudkan mimpi mereka dalam waktu singkat. Pemenang sejati adalah orang-orang yang tidak pernah menyerah walaupun diterpa kesulitan-kesulitan tiada henti.

6. Takut akan perubahan

Perubahan itu tidak bisa dihindari. Dunia akan selalu berubah, dan yang bisa kamu lakukan adalah menghadapinya. Lalu, kalau kamu tidak suka dampak dari perubahan itu gimana? Well, be creative then! Cari cara supaya kamu masih bisa berkompromi dengan perubahan-perubahan itu sambil tetap mempertahankan prinsipmu sendiri.

7. Egomaniak

Kita pastinya harus punya kepercayaan diri yang sehat dalam menjalani kehidupan. Namun, kamu harus sadar, tidak ada orang yang benar-benar sempurna dan menguasai segalanya di dunia ini. Selalu ada langit diatas langit. Jadi, jangan menjadi seorang narsistik yang selalu merasa serba bisa dan tidak butuh bantuan orang lain, percaya deh, itu cuma akan nyusahin diri kamu sendiri di akhir.

8. Berteman dengan orang-orang yang sifatnya tidak baik

Berteman dengan orang-orang dengan sifat yang buruk, pasti akan menularkan sebagian sifatnya ke diri kita juga. Itulah pentingnya membuat lingkaran pertemanan yang baik disekitar kita. Kalau memang tidak baik untuk kita, kenapa harus dipertahankan?

9. Membiarkan orang lain menentukan mimpi kita

Tidak seorang pun di dunia ini yang berhak menentukan mimpi kamu. Entah itu orang tua kamu, guru kamu, apalagi teman kamu. Kenapa? Karena kamulah nantinya yang akan menjalani semua prosesnya, bukan mereka. Jadi, jangan ikut-ikutan. Kenali diri kamu, tentukan mimpimu, dan jalani prosesnya sebaik mungkin. Mengenai tercapai atau tidaknya, ya serahkan sama yang punya kuasa.

10. Menjadi seseorang yang bukan kamu

Kamu tidak butuh mengenakan topeng untuk membuat orang lain menyukaimu. Orang yang tepat akan menyukai dirimu apa adanya. Percayalah.

Sumber : Line: All about Your Life

Minggu, 07 Februari 2016

Belajar : Hati-hati "Sudden Shift", Fenomena Perubahan Abad 21

Hati-hati "Sudden Shift", Fenomena Perubahan Abad 21

Oleh Rhenald Kasali @Rhenald_Kasali

KOMPAS.com - Lima tahun yang lalu, mantan Dirut Pertamina, Ari Soemarno pernah menyampaikan sepotong data kepada saya. Itu tentang shale gas, yang kalau sampai kongres Amerika Serikat memberi lampu hijau untuk dieksplore dan diekspor, maka harga gas dunia akan turun.

Data itu rupanya segera direspons oleh para pemain saham yang mengakibatkan harga-harga saham perusahaan tambang batu bara kita anjlok. Mengapa demikian? Inilah gejala perubahan mendasar yang disebut 3S : "Sudden Shift, Speed dan Surprise!"

Sudden Shift

Daripada mereka-reka kapan dollar AS akan kembali turun, atau tenggelam dalam rasa takut yang besar bahwa PHK besar-besaran akan terjadi, lebih baik kita paham apa yang tengah terjadi, mengapa dan bagaimana meresponsnya.

Gejala ini kita sebut sudden shift (tiba-tiba berpindah). Faktanya, konsumennya tetap di situ, populasinya tetap besar (8 miliar jiwa), semuanya butuh makan, minum, transportasi, gadget, hiburan, dan sebagainya. Tetapi siapa yang menikmati perpindahan itu?

Sudah begitu, berpindahnya mengejutkan karena seakan tiba-tiba (sudden), cepat sekali (speed) dan membuat kita terkaget-kaget (surprise). Mengapa? Karena kita mengabaikan, kita menyangkal, kita gemar berolok-olok, berpolitik, bersiasat, berpura-pura menyelamatkan (padahal menyesatkan). Kadang mengatasnamakan rakyat pula, menghiburnya, berpura-pura seakan-seakan masalahnya ada di tempat lain.

Kembali ke shale gas, Ari Soemarno memberi tahu saya bahwa cost-nya sangat rendah, demikian harga jualnya, yakni dari harga jual gas konvensional. Saya membayangkan begitu informasi itu beredar, maka para pemakai minyak (oil) pun akan beralih? Maka harga minyak pun akan goncang. Lalu pada akhirnya, tambang energi lain akan terganggu: batu bara.

Di luar dugaan saya, ternyata batu bara terkena imbasnya lebih dulu, lalu baru minyak. Maklum harga kertasnya (saham) sudah lama dijadikan buble, lagi pula ia sangat merusak lingkungan. Sekarang harga minyak dunia baru turun sekitar 50-60 persen. Para ahli menduga ia masih akan turun hingga sekitar 10 dollar AS (saat ini masih sekitar 30dollar AS) per barel.

Bisa dibayangkan kerugian apa yang akan diderita pengusaha-pengusaha minyak, kalau mereka tak berani merevolusi biaya-biaya kenikmatan yang selama ini sudah dirasakan para pegawai. Dulu, saat harga minyak di bawah 10 dollar AS per barel, mereka sanggup berproduksi dengan biaya 6 dollar AS per barel, tetapi begitu harga pasarnya 120 dollar AS per barel, mereka berproduksi dengan biaya 100 dollar AS per barel. Segala yang membuatnya mahal, akan membuat manusia meningkatkan biaya kenikmatan.

Zalora

Di Bandara Halim Perdanakusuma, saya menerima CEO Zalora Indonesia. Anak-anak muda tentu lebih tahu apa itu Zalora. Ini situs belanja online yang sedang digemari konsumen muda. Dengan belanja online, selain mendapat barang-barang baru, anak-anak muda bisa mendapat harga yang lebih murah.

Saat itu saya baru membaca data penjualan ritel Indonesia yang dilaporkan turun besar-besaran. Keadaan ekonomi pun kita persalahkan. Bahkan para politisi menduga adanya miss management dalam pemerintahan.

Saat industri ritel konvensional melaporkan penurunan 3-4 persen, Zalora justru mengatakan omzet mereka naik 240 persen. Dalam dunia online, kalau kami tumbuhnya di bawah 100 persen itu sama dengan kegagalan, ujar mereka.

Saya pikir Zalora masih kecil. Tetapi bayangan saya kembali ke tahun 1998 saat semua orang dicekam rasa takut akibat gelombang PHK. Asing pun hengkang. Ketika para ekonom di FE UI masih berpikir keras bagaimana menciptakan iklim yang kondusif agar investasi asing kembali lagi, saya memilih untuk mendorong lahirnya entrepreneur lokal.

Saya masih ingat ejekan para ekonom yang mengabaikan kemampuan bangsa ini berwirausaha. Saya bahkan ditanya, apa bisnis yang akan diekmbangkan wirausaha lokal? Saya sebutkan nama-nama produk mereka: kacang (Garuda dan Dua Kelinci), herbal (Sido Muncul), kosmetik (Wardah), bola buatan masyarakat di Majalengka dan lain-lain.

Di luar perkiraan saya, mereka mempertanyakan, Sampai kapan kacang dan jamu bisa menciptakan lapangan kerja? Yang bisa itu otomotif. Rakyat kita itu pegawai, bukan entrepreneur.

Anda tahu berapa jumlah wirausaha kita sekarang? Jangan lagi mengatakan masih di bawah 1 persen. Kalau mereka yang sudah terlibat dalam sektor informal saja sudah 60 juta orang, bisa hitung sendiri berapa banyak orang yang sudah bergulat dalam bidang kewirausahaan.

Demikian juga dengan Zalora dan mereka yang bergerak dalam sektor ekonomi kreatif lainnya. Sekarang memang masih kecil. Tetapi mereka memiliki daya disruptif yang bisa menggerus para pelaku usaha konvensional.

Semua Shifting

Pergeseran konsumsi tak hanya terjadi dalam dunia energi dan belanja melainkan dalam konsumsi di segala bentuk kehidupan kita. Semuanya bergeser. Keseimbangan baru belum terbentuk, tetapi pindah-pindahnya mulai terasa.

Minggu lalu, 17 Agustus 2015, Indonesia-X baru saja meluncurkan situs belajar bebas biaya (massive online course) di mana Rumah Perubahan ikut di dalamnya.

Pernahkah anda membayangkan bahwa kampus-kampus besar sedang berjuang melawan perubahan? Ya, di seluruh dunia, bukan cuma surat kabar berbasis kertas yang kesulitan karena hadirnya media-media online, melainkan juga kampuskampus yang kini ditantang dunia belajar online.

Bahkan gelar akademis pun kini mulai ditinggalkan para kaum terpelajar dunia. Para pemberi kerja mulai melirik merekamereka yang tak bergelar. Dari "siapa kamu" ( atau "apa gelar akademismu"), dunia manajemen mulai beralih pada apa yang bisa kamu lakukan. Lihatlah di perusahaan- perusahaan besar, di kartu-kartu nama para pimpinan dan stafnya. Tak banyak lagi yang mencantumkan gelar akademisnya.

Gerakan masif ini membuat kaum muda beralih dari membeli degree (formal) kepada membeli keahlian dan paketpaket kursus, yang mereka ramu sendiri racikannya. Bukan lagi racikan akademik yang dibuat pemerintah karena mereka ingin membangun keahlian yang unik, yang tidak massal dan siap pakai. Dan pasar tenaga kerja global pun mengakomodir mereka. Apa yang bisa mereka berikan di dunia kerja bukan lagi rangkaian matakuliah racikan kampus.

Dan Indonesia-X menjadi pelopor belajar online yang heboh. Kelak Anda bisa mengambil kursus apa saja. Karena murah (gratis), switching cost nya menjadi rendah. Dan perubahan pun terjadi.

Gojek, Uber, Seven Eleven, dan lain lain.

Kalau anda belum puas dengan contohcontoh di atas, maka pelajarilah segala fenomena di dunia transportasi, retail, telekomunikasi, trading, financing, dan sebagainya. Anda pasti akan menyaksikan gejala sudden shift ini.

Konsumen perbankan pun mulai meninggalkan kunjungan ke loket-loket bank. Mereka beralih ke mobile banking. Pemakaian voice dalam berkomunikasi beralih ke cara-cara baru: data. Dari voice ke BBM, lalu pindah lagi ke Whatsapp dan social media.

Sama halnya pertarungan sengit yang tengah dihadapi tukang-tukang ojek pangkalan vs Gojek dan Grab-Bike, atau taksi biasa Vs Uber. Semua mengalami gejala shifting.

Jadi, jangan melulu menyalahkan krisis ekonomi dunia. Karena krisis berdampak pada semua usaha dan kali ini terjadi luas di seluruh dunia. Yang jauh lebih penting bukan krisis itu sendiri. Bukan dollar AS, tetapi apa respons kita terhadap usaha yang kita jalani. Dan apa respons kita untuk mempersiapkan masa depan anak-anak kita dalam dunia yang benar-benar baru ini.

Kalau Anda diamkan, bukan krisis yang menghantam, tetapi persaingan baru melalui business model yang benar-benar berbeda.

Lagi pula, krisis selalu menjadi alasan bagi kaum malas untuk berhenti bekerja, dan bagi mereka yang senang mencari kambing untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya.

Selamat merenungkannya!

Prof Dr. Rhenald Kasali, PhD. adalah Guru Besar Ilmu Manajemen
 Fakultas Ekono[disingkat oleh WhatsApp]

Selasa, 26 Januari 2016

Merubah Pribadi Menjadi Lebih Baik

Karena dengan pengalaman seseorang tahu yang mana yang baik dan yang benar.

Karena dengan merasakan ujian seseorang benar benar mampu memahami detail masalahnya.

Banyak orang orang yang begitu mencintai aku,
Dengan marahnya mereka membangun aku,
dengan bullying nya mereka mengingatkan aku,
dengan tawa nya mereka menghibur aku.

Ini semua semata membuat aku menjadi pribadi lebih baik.

Sekarang aku merasa tak sendiri, aku tidak terpuruk sendiri, aku tidak menyerah sendiri.

Banyak hal yang bisa aku lakukan dan banyak hal yang lebih bermanfaat dibandingkan meratapi.

Ada banyak orang yang berbeda dengan ku, bahkan masalahnya mungkin lebih berat dibanding aku, tapi melihat senyum mereka seolah tak pernah merasakan kesedihan membuat aku tersadar bahwa aku harus BERJUANG dan SEMANGAT.

Terima kasih, saudara, teman, teman nya teman, teman nya teman teman, dll.

I LOVE YOU ALL. :*

Selasa, 19 Januari 2016

Lari Dari Kenyataan

Ada satu hal yang membuat aku terpana melihat dan merasakan semua kenyataan yang sudah terjadi kepadaku. Aku terpana melihat aku masih bisa berdiri dan tersenyum untuk orang lain.

Allah ada bersamaku, Allah juga ada bersamanya. Ini bukan saja ujian untukku tapi ujian untukmu, dimana kita mendapatkan pelajaran dan hikmah atas semuanya.

Aku sekarang lari dari kenyataan, dimana orang yang selalu menemaniku dan berada disisiku tak tahu aku dimana, aku lari darinya. Bukan untuk menyakitinya, tapi untuk menjaga hatiku. Aku berterima kasih padanya, karena apapun yang telah dia lakukan padaku baik sesuai dengan rencananya atau tidak, semuanya mengubah hidupku.

Dulu aku hanya bisa berjalan dan mungkin sedikit berjalan cepat, terjatuh dan uluran tangan membantu. Sekarang, aku tak bisa menerima uluran tangan siapapun, aku hanya bisa berdiri kembali, berjalan perlahan dan aku bisa berlari menembus angin.

Ada yang aku pelajari saat menaiki tangga, aku bisa melampaui dua anak tangga dengan melompat, tapi tidak berarti aku bisa melompati dua anak tangga ketika turun. Hal ini memerlukan skill khusus. Aku berfikir, saat ini adalah waktu dimana Allah menakdirkan aku untuk turun tangga dari apa yang sudah aku lompati, aku harus berada di titik netral dan tenang. aku perlu berjalan turun ke tempat semula dengan kondisi yang berbeda.

Aku perlu belajar bagaimana berhati-hati agar tidak salah dalam melangkah turun, aku perlu melihat kepada pijakanku, sangat berbeda ketika aku menaiki tangga, aku hanya melihat ke atas, melihat harapan.

Semangat !!

Senin, 18 Januari 2016

Taeyeon SNSD ft Kim Bum Soo – Different

묶였던 운동화 끈이 풀리듯
mukkyotdon undonghwa kkeuni pullideut
점점 멀어진다
jomjom morojinda
사랑의 반대말은
sarang-eui bandemareun
이별이 아니다
ibyori anida
무관심 이다
mugwansim ida
I’m sorry i’m sorry 이별을 찾는다
I’m sorry i’m sorry ibyoreul chatneunda
긁혀진 상처낸 니 못된 말땜에
geulkyojin sangchonen ni motdwen maltteme
미쳤던 가슴도 널 못 알아본다
michyotdon gaseumdo nol mot arabonda
그만하자 말을 한다 헤어지자
geumanhaja mareul handa heojija
love 사랑이 아파
love sarangi apa
love 이별이 말을 건다
love ibyori mareul gonda
love 다시 혼자가 되도
love dasi honjaga dwedo
덧난 맘을 꼭껴안고 여잔 말한다
dotnan mameul kkok-kkyo-an-go yojan malhanda
i’m sorry so sorry 그녀를 찾는다
i’m sorry so sorry geunyoreul chatneunda
못해준 일들이 내귀를 막는다
mot-hejun ildeuri negwireul makneunda
추억을 지우면 나 지워질까봐
chuogeul jiumyon na jiwojilkkabwa
겁이나서 말을 한다 i’m sorry
gobinaso mareul handa i’m sorry
love 사랑이 아파
love sarangi apa
love 이별이 말을 건다
love ibyori mareul gonda
love 다시 혼자가 되도
love dasi honjaga dwedo
미안하다 사과한다 남잔 말한다
mianhada sagwahanda namjan malhanda
사랑에 혼난 가슴이
sarange honnan gaseumi
이별로 고쳐진다면
ibyollo gochyojindamyon
I don’t leave you
leave me
I can’t leave you
leave me
so I love you you’re my soul
love 사랑이 아파
love sarangi apa
아픈 사랑은 내가 가져 love
apeun sarangeun nega gajyo love
이별이 말을 건다
ibyori mareul gonda
니가 아니면 안돼 you’re my love
niga animyon andwe you’re my love
다시 혼자가 되도
dasi honjaga dwedo
덧난 맘을 꼭껴안고 여잔 말한다
dotnan mameul kkok-kkyo-an-go yojan malhanda
미안하다 사랑한다 남잔 말한다
mianhada saranghanda namjan malhanda
Hangul :: Melon Music
Romanization :: Chichan-Onew
INDONESIAN TRANSLATION
Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com
(*please take all with credit if you copy paste and reposte/ HARAP SERTAKAN CREDIT jika Anda ingin mengcopy paste dan memposting kembali untuk kebutuhan situs, personal, grup, ataupun page).
Seperti membuka ikatan tali sepatu
Perlahan-lahan kita menjauh,
Lawan kata dari cinta bukanlah perpisahan
Melainkan pengabaian
Aku minta maaf, aku betul-betul minta maaf karena meminta perpisahan ini
Karena ucapanmu yang jahat itu membuat luka parut di diriku
Bahkan hatiku yang dulu tergila-gila padamu pun tak bisa memahamimu
Hentikan sajalah, ku katakan ‘ayo putus saja’
Cinta, cinta itu menyakitkan
Cinta, perpisahan bicara padaku
Cinta, meskipun sendiri lagi
Seorang wanita mengatakan akan mendekap hatinya yang terluka dengan penuh kasih sayang
Aku minta maaf, betul-betul minta maaf karena mencarinya
Aku menutup telingaku dari hal-hal yang tak bisa kulakukan untuknya
Aku takut jika kenangan tentangmu terhapus, makan akupun ikut terhapus
Aku takut, oleh karena itu aku berkata minta maaf
Cinta, cinta itu menyakitkan
Cinta, perpisahan bicara padaku
Indonesian translation:. http://haerajjang.wordpress.com
Cinta, meskipun aku sendiri lagi
Seorang pria akan berkata minta maaf, maafkan aku
Jika hati yang menderita oleh cinta dapat disembuhkan dengan perpisahan
I don’t leave you
leave me
I can’t leave you
leave me
so I love you you’re my soul
Cinta, cinta itu menyakitkan
Aku akan mengambil cinta yang menyakitkan itu, cinta
Perpisahan berbicara padaku, kaulah cintaku
Meskipun aku sendiri lagi
Seorang wanita mengatakan akan mendekap hatinya yang terluka dengan penuh kasih sayang
Seorang pria akan berkata minta maaf, maafkan aku

Minggu, 17 Januari 2016

Aku Wanita Biasa - Kridayanti

Aku ini wanita biasaBisa sakit luka karena cintaDingin sepi kerap menyapaAir mata jatuh lukisan raga
Kadang ku kuat setegar karangKadang ku rapuh lemah liar merana
Maafkan aku bila hasratku keliruSulut gairah jiwamuKu yang dosakan cinta kekasih
Maafkan aku bila hasratku keliruSulut gairah jiwamuKu yang dosakan cinta kekasih hatiku
Kekasih hatiku maafkan akuAku wanita biasa
Dingin sepi kerap menyapaAir mata jatuh lukisan raga
Kadang ku kuat setegar karangKadang ku rapuh lemah liar merana
Maafkan aku bila hasratku keliruSulut gairah jiwamuKu yang dosakan cinta kekasih
Maafkan aku bila hasratku keliruSulut gairah jiwamuKu yang dosakan cinta kekasihHatiku.. Maafkan Aku..

Selanjutnya 2016

Sudah sewajarnya jika aku mengevaluasi kejadian apapun di tahun 2015. Banyak sekali ilmu hikmah didalamnya. Sisa sisa rasa suka dan duka nya ada yang masih terasa, dan ada yang berbekas sampai ke ulu hati. =)

Dalam semua pembelajaran di tahun 2015, salah satunya aku belajar bagaimana cara menerima keadaan. Dimana keadaan yang selalu aku rasakan adalah keadaan aku membutuhkan apapun, dan harus ada, sesuai dengan apa yang aku inginkan. Hidup, karena ini hidup dan didalamnya ada kehidupan, hal itu tak ada. Semakin umur bertambah semakin bertambah pula lah pemikiran dan rasa dimana bisa melakukan semuanya sendiri.

Melakukan semua sendiri bukanlah hal yang sulit, karena kita tidak perlu menggunakan kata sabar untuk merubah diri sendiri. Ketika aku harus hidup bersama dengan manusia lainnya, kata sabar cenderung digunakan untuk menjadi pelipur lara, penyemangat atau mungkin pemberi harapan.

Sabar saja, semoga saja, pasti BISA.

Di tahun 2015 juga aku belum bisa jujur pada diri sendiri, "apa yang ingin aku ..." hal seperti ini terlihat sepele, tapi aku harus punya rencana yang aku inginkan di tahun 2016. di tahun lalu, aku cenderung menekan diriku sendiri supaya terlihat baik, terlihat penurut, terlihat atau mungkin terlihat wajar di mata orang lain. Di tahun 2016 ini aku benar-benar harus membuat apa yang aku inginkan, bukan yang orang lain ingin kan. Apa yang aku harapkan bukan aku membantu harapan orang lain.

Terkesan egois untuk 2016, aku ingin menjaga diriku sendiri. Aku sudah tidak mau berkata, "aku berada untuk mensupportmu" sekarang aku akan mengatakan "aku berdiri di kaki ku sendiri dan aku siap untuk bahagia". Aku menemukan jawaban jika bahagia itu diri sendiri yang tahu, diri sendiri pula yang merasakan. Mungkin, saat ini aku menangis karena tak bahagia, aku yakin kedepannya aku akan selalu tersenyum di hadapan mu. Dan aku berharap saat itu adalah saat yang indah, dimana kamu juga akan tersenyum di hadapan ku.

Tahun 2015, adalah dimana semua harapan dan kenyataan benar-benar harus aku seleksi, aku belajar bagaimana membuat sebuah pilihan dan akan merubah semuanya. Semuanya bisa saja harus dimulai dari awal lagi. Aku harus lebih hati-hati di tahun ini. TERPENTING adalah tak akan lagi aku korbankan diriku sendiri. Aku sudah tidak mau mendzolimi diri sendiri.

2016 : Aku harus menatap diri sendiri yang penuh percaya diri dan bahagia.

Minggu, 06 Desember 2015

Pertanyaan dan persepsi

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini.
Aku bersyukur Allah memberiku Dia,
Dia selalu ada dalam hidupku..
Ada saat tawa ini menghiasi wajahku,
Ada saat aku menangis tersedu meminta pertolongan apa yang harus aku lakukan, bagaimana harus bersikap kuat ??
Ia penolong, ia selalu mengerti,
Dimatanya aku memang salah dan bodoh, tapi dia memberi tahu kebodohanku, meski aku sering mengelak, ia tetap berada di sampingku.

Sayang, sekarang aku harus menguatkanmu,
Aku yakin kamu akan kuat,
Aku mengenalmu,
Aku akan berusaha setegar dirimu,
Setangguh dirimu.
Dan senyumku akan aku buat seindah dirimu,
Agar kau tak khawatir padaku.
Aku yakin suatu saat semua perkataanmu akan terbukti,
Sekarang aku harus kuat dan tetap berusaha untuk menjalani hidup. 😊

Jumat, 04 Desember 2015

Menebar manfaat mengais rezeki

Kadang aku menemukan orang yang mencari manfaat dibanding menebar manfaat. Memang tidak ada salahnya antara keduanya itu, setelah membaca tulisan mas Saptuari, aku bisa menyimpulkan pada dasarnya menebar manfaat itu ibarat menebar benih kesuksesan lewat doa2.

Aku share tulisan mas Saptuari
TRAKTIRAN DIAM-DIAM...

Pernah waktu itu saya sedang makan di sebuah rumah makan di daerah Demangan Jogja. Pengunjung ramai sekali, sambil menunggu pesanan saya lihat sekeliling, eh ada kawan saya.. mbak Dosen Ekonomi UGM itu melambaikan tangan. Saya mendekati mejanya, ngobrol sebentar, terus kami malanjutkan makan di meja masing-masing. Dia pamit duluan, saya masih menyelesaikan sesuatu sampai 15 menit kemudian saya menuju kasir untuk membayar, ketika saya sudah mengeluarkan uang, kasir di depan saya ngomong:
"Sudah dibayar mas oleh mbak yang duduk di meja sana tadi..."
Saya bengong, rejeki nomploxx!! Sorenya ketika saya SMS dia mengucapkan terima kasih untuk traktirannya, dia hanya membalas singkat.. 
"Hehe.. Aku belum pernah nraktir dirimu kan mas.."

Lain hari saya dengan istri sedang makan di sebuah rumah makan ramai di Jalan Kaliurang Jogja, ketika masuk lewat di antara meja-meja itu, laah ketemu sama kawan saya juga, suami istri pemilik bisnis rumah makan di seantero Jogja. Kami ngobrol sebentar lalu berpisah meja. Setengah jam berlalu mereka pamit, melambaikan tangan dari jauh. Giliran kami selesai, melangkah menuju kasir di dekat pintu keluar. 
"Berapa mbak? Meja nomor 17.."
"Sudah dibayar pak oleh ibu yang duduk disini tadi dengan suami dan anaknya.."
"Ooooh... Yayaya trims ya!"
Istri saya yang gantian bengong. 
Ketika saya BBM waktu itu untuk mengucapkan terimakasih, jawabannya nyaris sama: "sekali-kali nraktir dirimu mas, hehe.."

Kawan saya tinggal di Sragen, pernah bangkrut dengan hutang 6 milyar berbisnis restoran ayam goreng di Bogor. Dia memilih pulang kampung, memulai bisnisnya lagi dari sebuah warung yang kecil. Orang ini pun unik, punya kebiasaan dalam seminggu bisa 3 hari membagi-bagikan nasi bungkus di pagi hari. 40 bungkus sampai 100 bungkus dia masak sendiri, terus dia berkeliling di pagi hari mencari tukang becak, tukang sampah, bakul pasar, simbok-simbok yang ada dipinggir jalan, bahkan pengemis dan orang gila dia bagi semua.. 
Waktu berlalu, 5 tahun kemudian usahanya bangkit kembali. Warungnya menjelma menjadi restoran di beberapa tempat bahkan di luar kota. Ramainya luar biasa.. 

Merekalah orang-orang kaya sesungguhnya, mereka memberi tanpa perlu basa-basi, action tanpa perlu banyak mikir, berbagi tanpa perlu ngitung sana-sini.. 

Sebuah kebaikan pasti Allah balas dengan kebaikan, Allah yang akan mengatur jalannya hingga kebaikan itu kembali kepada kita..

Kita tidak pernah tau, dari mulut siapa doa kita dikabulkan. Saya membayangkan orang-orang yang lapar di pagi hari itu pasti sangat bersyukur mendapatkan makanan yang akan jadi tenaga menjalani hari itu.. Pengobat sakit perut yang melilit.. 

Dari mulut mereka ada doa-doa yang terucap sederhana: "ya Allah, balaskan rejeki orang yang memberikan makan padaku pagi ini.. Berilah kesehatan, panjangkan umurnya, mudahkan semua urusannya.."
Atau jika doa itupun di dalam hati, Allah tetap  mengetahui..

Bayangkan, ada 40 orang bahkan 100 orang yang mendoakannya pagi itu, membuat pintu langit terbuka dengan ketukan doa-doa, lalu Allah menaburinya dengan rahmat dan keberkahan dalam hidupnya..
Allah kirimkan malaikat untuk mengawalnya.. Menjaganya dari keburukan, kecelakaan, kesulitan.. 

Ambil kaca.. Bagaimana dengan kita? 
Mungkin kita masuk golongan orang yang medit dan pelit? Ketika makan bersama kawan-kawan memilih mengeluarkan dompet belakangan, sambil melirik kiri kanan, berharap ada yang duluan membayarkan.. Hehe
Ketika ada yang membayari, dalam hati langsung teriak... "Yesss!!! Ngirit lagi!!"
sekali berhasil, berikutnya terulangi, jadi kebiasaan tiap makan bareng, punya uang tapi mendadak kere, sepertinya dompet dipasang lem disaku belakang.. 

Ada juga yang lapar dan berburu makan gratisan. Cukup bermodal baju batik, dan amplop kosong, menyelinap diantara tamu resepsi pernikahan. Cukup mengisi nama abal-abal di buku tamu, senyum sedikit kesana-sini, masuk dan berbaur dengan para tamu, semua makanan harus diserbu. Aah tak perlu lah salaman dengan pengantin itu, toh mereka juga tidak tau.. 

Ayooo kita ambil kaca lagi, aaah.. Saya termasuk golongan yang mana yaaa? 
Saya bermental kaya? Atau saya ternyata masih mental miskin seutuhnya.. 

Salam,
@Saptuari

Rabu, 02 Desember 2015

Petuah Papap

Mungkin ini akan jadi cerita atau jadi kenangan.
Jadi papap aku dari dulu hingga sekarang dan *mungkin* seterus nya memang punya hobi ceramah. Karena rasa sayang pada anak nya yang tinggi dengan sifat yang protektif.

Aku tipekal orang yang cepet lupa alias masuk telinga kanan keluar lagi telinga kiri.. cuma inget sebentar abis itu lupa lagi.

Aku akan tulis petuahnya mulai dari sekarang.. hihihihi...

I love Papap ❤❤

Jodoh - Tere Liye

*Jodoh itu....

1. Jangan menikah karena kesepian, menikah karena orang lain sudah menikah semua, tinggal kita seorang yang belum, aduhai, pernikahan itu bukan trend, yang semua orang bisa ikut-ikutan, apalagi karena nggak enak terlihat aneh sendiri. Dan terlepas dari itu, catat baik-baik, banyak orang yang setelah menikah, dia tetap merasa sepi, sendirian.

2. Jangan menikah karena alasan orang lain. Itu betul, dalam peristiwa dramatis, kita bisa segera menikah agar orang tua sempat menyaksikan sebelum meninggal, agar mereka bahagia. Tapi menikahlah karena alasan kita sendiri, jadikan itu patokan terbesar. Karena yang menjalani kehidupan berumah-tangga itu adalah kita, bukan orang lain. Dan karena, jika besok lusa pernikahan itu gagal, kita tidak menyalahkan orang lain--itu sungguh tiada manfaatnya.

3. Semua pernikahan itu punya masalah. Bohong jika ada yang bilang keluarga mereka baik-baik saja sepanjang masa. Lantas kenapa sebuah pernikahan bisa awet? Karena ada yang sabar dan mengalah. Satu-satunya bekal pernikahan yang tiada pernah kurang adalah: sabar. Punya sabar segunung, tetap kurang banyak. Punya sabar selangit, pun tetap kurang banyak. Jadi bekalnya tidak harus mobil, rumah, peralatan dapur, dsbgnya. Sekelas Umar Bin Khattab saja masih membutuhkan rasa sabar ekstra.

4. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita. Tidak ada alatnya, tidak ada aplikasinya, dan tidak akan ditemukan. Kita baru tahu setelah kita menjalani pernikahan tersebut. Dan rumitnya, itu juga belum cukup. Banyak yang berpisah jalan setelah sekian lama menikah. Lantas kapan dong kita baru tahu persis? Tidak ada jawabannya. Nah, dengan situasi seperti itu, jangan habiskan waktu dengan cemas apakah ini jodoh terbaik atau bukan. Jika kalian muslim, tegakkanlah shalat istikharah, dapatkan keyakinan, kemudian bismillah, jalani dengan mantap.

5. Well, tidak ada jodoh yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti punya kekurangan. Ada yang ganteng/cantik pol, ternyata kalau tidur ngoroknya seperti sirene. Ada yang bertanggung-jawab nan setia, ternyata pelupa, dia lupa harus menjemput istrinya di manalah. Tapi kita selalu bisa membuat yang tidak sempurna itu menjadi indah, keren, seperti pelangi, sepanjang kita bersedia menerima kekurangannya. Orang2 yang sibuk memasang kriteria sempurna bagi calon jodohnya, akan hidup sendiri hingga alien menyerang bumi.

6. Tidak ada yang tahu kapan persisnya kita akan menikah. Eh, yang masih kecentilan, manja-manja, ternyata besok sudah menikah, atau malah punya anak dua. Yang terlihat dewasa sekali, sudah siap sekali, bahkan bijak nian bicara soal menikah, ternyata bertahun-tahun tetap sendiri. Maka, saat kita tidak tahu kapan jodoh itu akan datang, fokuslah memperbaiki diri sendiri. Saat kesempatannya datang, ingatlah nasehat lama, kesempatan baik tidak datang dua kali. Tapi ketika kesempatannya lolos, gagal, juga ingatlah petuah orang tua, akan selalu ada kesempatan2 berikutnya bagi orang yang sabar.

7. Pekerjaan tetap, mapan, dan lain-lain itu jangan dijadikan syarat mutlak mencari jodoh. Itu betul, sungguh menyenangkan jika jodoh kita ternyata sudah mapan, berkecukupan. Tapi boleh jadi akan lebih spesial lagi, jika kita bersama-sama menjalani hidup sederhana, untuk kemudian menjadi lebih baik setiap harinya. Lebih baik pastikan saja, semua pihak memahami tanggungjawabnya. Misal, adalah tanggungjawab suami mencari nafkah. Boleh istri bekerja? Ikut membantu nafkah keluarga? Dikembalikan ke masing2 pasangan mau seperti apa. Tapi jelas sekali, jika istri bekerja, penghasilannya adalah milik dia--soal dia mau memberikannya ke keluarga atau tidak, itu urusan dia. Tanggungjawab mutlak tetap ada di suami. Pemahaman2 seperti ini penting loh, agar kalian laki-laki yang sekarang sibuk galau, apalagi sibuk tebar pesona, tahu persis saat menikah nanti.

8. Mencari jodoh itu tidak rumit. :) Ini beneran loh. Mencari jodoh itu sederhana. Kalian bisa meminta orang tua mencarikan (karena itu juga salah-satu kewajiban mereka). Juga bisa minta sahabat menjadi intel perjodohan. Jodoh itu ada di mana-mana, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di angkutan umum saat berangkat beraktivitas, di mesjid, di komplek rumah, dll, dll. Tapi kenapa kadang terasa rumit sekali? Karena kitalah yang membuatnya rumit. Catat baik-baik, di dunia ini sudah milyaran orang pernah menikah. Milyaran pasangan. Nah, di mana rumitnya jika orang lain toh milyaran telah menikah.

9. Terakhir, kalau kalian mau belajar banyak hal tentang jodoh, maka jangan belajar dari novel2 (apalagi novel Tere Liye), dari film fiksi, dari sinetron, serial. Aduh, itu fiksi loh. Dikarang2 saja sama penulis ceritanya. Melainkan belajarlah dari orang tua di sekitar kalian. Kakek-nenek, opa-oma, mbah buyut, yang sudah menikah puluhan tahun, tapi tetap langgeng dan bahagia. Amati, pelajari, dengarkan nasehat mereka, itu penting sekali, kehidupan mereka bisa jadi contoh. Maka besok lusa saat kita menikah, mendadak muncul masalah serius, kita bisa meneladani mereka, bagaimana cara mereka mengatasi masalah. Itu selalu bisa jadi pelajaran kehidupan yang tiada ternilai.

*Tere Liye

Selasa, 01 Desember 2015

Hidup untuk ikhlas atau ikhlas untuk hidup

Ujian itu adalah sesuatu yang kita pertahankan. Ego.
Penderitaan itu muncul karena ada yang disebut dengan ketidak sesuaian antara harapan dan kenyataan. 
Kekecewaan muncul ketika terlalu mengharapkan sesuatu sesuai dengan kenyataan.

Kemudian, apa yang harus aku lakukan??
Berharap 'ikhlas' itu mudah ??
Atau berusaha 'meng'ikhlaskan ??

Ya Tuhan...
Terlalu banyak yang tidak aku ketahui..
Kadang aku berfikir, aku sudah melampaui batas.
Batasanku sebagai manusia adalah berdoa dan ikhtiar,
Bukan seperti sekarang ini..
Aku berharap dan menegaskan sesuatu.

Ujianku adalah yang aku pertahankan, 
egoku untuk menjadi yang sempurna sesuai paradigma manusia.
Padahal manusia apa aku ini??

Ahh, dasar manusia. 
Bagaimana bisa manusia harus terlihat baik di mata manusia lainnya?
Sedangkan manusia tidak pernah mengerti sesama manusia,
Bahkan manusia itu sendiri yang bilang manusia tidak pernah ada yang sama,
Lalu untuk apa manusia saling menyalahkan?

Aku berusaha ikhlas, aku berusaha ikhlas, aku berusaha ikhlas.
Aku perlu hidup untuk ikhlas,
Aku harus ikhlas untuk hidup.


Selasa, 07 Juli 2015

Mengemis Kasih

MENGEMIS KASIH

Album : Gema Alam
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terhiretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menhiris hati

Tuhan dosaku menggunung
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku


source : http://asyrafiah.blogspot.com/

Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah berharap cinta dan kasih dari manusia, berakhir dengan luka hati. Tak terlihat tapi terasa perih. Aku tidak menyalahkan manusia lainnya, aku menyalahkan diriku sendiri. Mengapa? harus jatuh kedalam harapan yang palsu? yang semuanya akan sirna tergerus waktu.

Kecewa, menangis, mengeluh kemudian menyesal. Tidak ada lagi yang dapat mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutku, tak ada yang mengerti. Ya Allah, berikan jalan yang terbaik untukku. Lindungilah  aku dari segala kerugian yang akan terjadi atas apa yang telah aku putuskan. Engkau sebaik baiknya pembuat keputusan untuk hambanya.

Banyak yang tak bisa ku ucapkan dalam bait kata yang ku ketik, banyak yang tak bisa ku ceritakan bahkan tak ku akui dalam hati bahwa aku sudah terlalu jauh melangkah. Aku sudah terlalu jauh merencanakan akan hal hal yang ku anggap ini bisa terjadi. Tapi, apakah Allah akan mengizinkannya? Ya Allah, apa yang harus aku lakukan ?? Aku terlalu banyak berlumur dosa, aku banyak berbuat salah.

source : http://embunpelangi1.blogspot.com/



Andaikan seikat bunga dapat menjadi saksi bahwa aku pernah mencintainya. Tulus.












Jumat, 26 Juni 2015

Kata CINTA

Ada satu kata yang membuat aku senang, sedih, pilu, bingung, marah dan banyak perasaan yang mengungkapkan sebuah kata CINTA.

Source : https://dwihutapea.files.wordpress.com/2010/05/definisi-cinta.jpg

Seandainya hanya ada satu cinta, lalu kenapa harus berganti pasangan?
Cinta untuk selamanya atau cinta yang ada batas waktunya??
Aku tak pernah mengerti apa yang dinamakan dengan Cinta.
SULIT dijelaskan dan sulit dipercaya.

Ketika seorang pria menyatakan cinta padaku,
pertanyaan standar itu terngiang dalam benakku.
sampai kapan kau akan mengatakan cinta?
yakin tak ada yang lebih kau cintai sebagai pendamping hidup?
yakin untuk memilih aku sebagai cintamu?
Tidakkah kau selalu memaafkan atas nama cinta ?
atau justru dengan mengatasnamakan cinta kamu pergi meninggalkanku.

Banyak cinta, banyak alasan untuk cinta dan banyak pula penjelasan tentang cinta.

Cinta bukan hanya berbicara soal rasa yang tumbuh, cinta juga mengimplementasikan sebuah perilaku dan jalan berpikir seseorang.
Menurutku, ketika pasangan sudah mempunyai rasa saling,
saling menghargai, saling mengingatkan, saling memaafkan, saling terbuka, saling mengurus hidup dirinya dan hidupku. Mungkin... itu pasangan yang bertoleransi tinggi.

Tapi cinta adalah rasa ingin diperhatikan, terkadang seseorang lebih merasa di cintai bila pasangannya marah padanya, menangisinya, melarangnya bahkan memaksakan kehendaknya. Mungkin.. ini yang dinamakan pasangan emosional.

Banyak penjelasan tentang Cinta. Tetapi, aku tidak membutuhkan banyak kata lain selain MENGERTI.
Cinta memerlukan akal sehat dan bathin yang sehat juga, cinta itu dijalani dengan keikhlasan lahir dan bathin. Jika seseorang menjalani cinta tanpa keikhlasan lahir dan bathin, apa yang ia dapatkan ?? Bukan cinta tapi kesedihan sepanjang hidupnya.
Cinta perlu mengerti dan mengenal karakter,
Apa yang membuatnya nyaman dan tidak nyaman?
Bagaimana aku perlu berperilaku di depannya?
Kata apa yang membuatnya senang atau terluka ?
Bagaimana cara mengembalikan rasa bahagia nya ketika ia sedang terpuruk, bosan atau putus asa ?
Banyak pertanyaan kepada diri sendiri untuk membuat orang MENGERTI.

Cinta itu belajar, ada sebuah kata "Rumah Tangga adalah sebuah sekolah tanpa pernah mendapatkan gelar sarjana, belajar setiap harinya" aku belum tahu sumber kata ini dari mana dan dari siapa.

Pada akhirnya, cinta hanya mengenal perpisahan tidak mengenal tamat.
Berpisah karena jiwa terlepas dari raga atau berpisah karna jenuh dan merasa ada cinta yang lain.

Memang tak perlu memilah cinta, aku bisa hidup dengan siapapun yang memiliki cinta kepadaku. Tapi tak semudah itu ternyata, hidup itu campur aduk, dimana saling keterkaitan dan penuh teka teki. Begitu juga dengan cinta.
Aku tak cukup Mengerti, tak hanya aku yang harus mengerti.
tapi ada bagian lain, yang dinamakan pasangan hidup yang perlu mengerti juga.
menerapkan teori saling, agar kita penuh toleransi.
tapi ini membuatku bosan.. aku ingin pergi dari kehidupan seperti ini.
aku perlu emosi... emosi cinta.
Tapi setiap hari membuat aku tidai ingin bernafas, stress dibuatnya.
jika ideal aku mau keduanyaa... mencintai dengan luapan emosi dan tolerasi.

Tapi ego dan karakter yang sudah dibangun tak bisa diruntuhkan dalam sekejap.

Cinta itu RUMIT.

Minggu, 31 Mei 2015

Rindu

Berawal dari kata cinta untuk bisa mencintai, berawal dari kata ingin untuk bisa menginginkan, sedangkan kamu, tak ada awal dan tak ada akhir selalu mencintai dan menginginkan kamu.


Hanya dengan melihat punggung dan pundak mu yang tegak menghadap ke arah kiblat, membuat aku seperti seseorang yang sangat dicintai. Dicintai karena aku terpilih sebagai wanita yang selalu kamu cintai.

Aku rindu...
Rindu dengan laki laki yang menjadi imam dalam shalatku.


Minggu, 24 Mei 2015

Merajut Asa

Menghilang tanpa jawaban, mendekap tanpa kata
asa yang lama memudar, kembali tanpa harapan yang pasti
akan kemanakah jalan hidup yang terpilih ini ??


Gelap di tempat yang terang, seakan tersudut di tempat yang luas
Seperti angin yang mebawa debu pergi, debu itu tak pernah habisnya..
Angin hanya menerbangkan debu dan menjatuhkannya sesukanya
Ketika debu itu terjatuh mungkin angin akan membawanya kembali, atau ia akan bersatu dengan air ??

Tak ada salahnya mengikuti keinginan alam bukan ??

Tak ada kata yang bisa menjelaskan sesuatu akan apapun.