Ada satu hal yang membuat aku terpana melihat dan merasakan semua kenyataan yang sudah terjadi kepadaku. Aku terpana melihat aku masih bisa berdiri dan tersenyum untuk orang lain.
Allah ada bersamaku, Allah juga ada bersamanya. Ini bukan saja ujian untukku tapi ujian untukmu, dimana kita mendapatkan pelajaran dan hikmah atas semuanya.
Aku sekarang lari dari kenyataan, dimana orang yang selalu menemaniku dan berada disisiku tak tahu aku dimana, aku lari darinya. Bukan untuk menyakitinya, tapi untuk menjaga hatiku. Aku berterima kasih padanya, karena apapun yang telah dia lakukan padaku baik sesuai dengan rencananya atau tidak, semuanya mengubah hidupku.
Dulu aku hanya bisa berjalan dan mungkin sedikit berjalan cepat, terjatuh dan uluran tangan membantu. Sekarang, aku tak bisa menerima uluran tangan siapapun, aku hanya bisa berdiri kembali, berjalan perlahan dan aku bisa berlari menembus angin.
Ada yang aku pelajari saat menaiki tangga, aku bisa melampaui dua anak tangga dengan melompat, tapi tidak berarti aku bisa melompati dua anak tangga ketika turun. Hal ini memerlukan skill khusus. Aku berfikir, saat ini adalah waktu dimana Allah menakdirkan aku untuk turun tangga dari apa yang sudah aku lompati, aku harus berada di titik netral dan tenang. aku perlu berjalan turun ke tempat semula dengan kondisi yang berbeda.
Aku perlu belajar bagaimana berhati-hati agar tidak salah dalam melangkah turun, aku perlu melihat kepada pijakanku, sangat berbeda ketika aku menaiki tangga, aku hanya melihat ke atas, melihat harapan.
Semangat !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar