Minggu, 24 November 2013

Langit Percaya Pada Bintang

Luasnya langit tidak membuat sombong ia sombong pada bintang yang membuat cahaya kecil, Bintang hanya memberikan apa yang benar-benar ia punya. Cahaya kecil untuk mengihiasi langit.


Tidakkah langit percaya pada ketulusan bintang padanya, meski bintang tak selalu ada menghiasi.
Tanyakanlah pada bintang apa yang ia inginkan dari langit.
apakah bintang hanya ingin langit tetap memeluk dan melindunginya ?
atau apakah selama ini justru langit seolah tak peduli dengan bintang.
Langit sama sekali tak pernah sadar akan kehadiran bintang.

Source : google.com

Langit kosong tanpa bintang,
Langit hampa tanpa bintang,
Langit tak akan dilihat tanpa bintang.

Tapi langit terlalu sombong dengan memikirkan dirinya sendiri,
Langit tidak pernah peka pada keadaan sang bintang.
Langit hanya percaya pada dirinya sendiri karena ia mampu memberikan luang pada bintang agar terlihat.
Langit hanya tau karena langit bintang dapat menampakkan diri.
Langit hanya tau karena langit bintang dapat terjaga
Langit hanya tau karena langit bintang tetap bersinar.

Tapi, langit tidak tau bahwa dalam sinarnya bintang pun tidak selamanya gembira.
Langit tidak pernah menyentuh hatinya.

Jumat, 08 November 2013

Bicara pada Langit

Angin membawa uap dari butir-butir air ke langit, awan berusaha menangkapnya, ketika awan sudah tak mampu menahannya ia akan mengembalikannya pada angin untuk membawanya ke bumi.


Apakah aku sudah berdiri tegak ??
Aku tidak ingin seperti awan, melindungi air hanya sesaat, pada akhirnya awan menghempaskannya ke bumi.
Aku tidak ingin berdiri terlalu tegak, itu yang ingin aku katakan.
Sepi, sendiri tidak ada tempat untuk mengadu.

Ketika aku teringat hal ini, aku sering bertanya.
Sudah mantapkah jalan yang kupilih??
kelebihan dan kekurangannya telah menunggu untuk ku tempuh.


Tapi kali ini, ahh...
Aku merasa ingin mundur saja.
Aku tidak sekuat air ketika awan membuatnya jatuh terhempas, air akan kembali mengikuti angin dan memeluk awan.
Aku tidak ingin dihempaskan, aku ingin berada pada zona aman.
Egois kedengarannya, tapi itu lah harapan.
Entah apa yang ku katakan kali ini ..
Aku tak mampu mengatakan apa-apa lagi.

Langit menemani setiap langkahku, ia selalu menemukanku.
Langit tau aku mencari bintang ketika sesekali melihatnya.
Langit sadar ketika tak ada bintang, tidak ada yang mau melihatnya.
Tapi, tanpa langit ??
Aku merindukan langit, ketika aku tau bintang itu terlalu jauh untuk ku genggam.
Aku kecewa, karena baru ku tau bintang tak kunjung menghampiriku.

Jika boleh dikata,
Andai saja langit tidak berhenti memelukk.
Sekarang, DIA langit, dan aku hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa.