Selasa, 07 Juli 2015

Mengemis Kasih

MENGEMIS KASIH

Album : Gema Alam
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terhiretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menhiris hati

Tuhan dosaku menggunung
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku


source : http://asyrafiah.blogspot.com/

Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah berharap cinta dan kasih dari manusia, berakhir dengan luka hati. Tak terlihat tapi terasa perih. Aku tidak menyalahkan manusia lainnya, aku menyalahkan diriku sendiri. Mengapa? harus jatuh kedalam harapan yang palsu? yang semuanya akan sirna tergerus waktu.

Kecewa, menangis, mengeluh kemudian menyesal. Tidak ada lagi yang dapat mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutku, tak ada yang mengerti. Ya Allah, berikan jalan yang terbaik untukku. Lindungilah  aku dari segala kerugian yang akan terjadi atas apa yang telah aku putuskan. Engkau sebaik baiknya pembuat keputusan untuk hambanya.

Banyak yang tak bisa ku ucapkan dalam bait kata yang ku ketik, banyak yang tak bisa ku ceritakan bahkan tak ku akui dalam hati bahwa aku sudah terlalu jauh melangkah. Aku sudah terlalu jauh merencanakan akan hal hal yang ku anggap ini bisa terjadi. Tapi, apakah Allah akan mengizinkannya? Ya Allah, apa yang harus aku lakukan ?? Aku terlalu banyak berlumur dosa, aku banyak berbuat salah.

source : http://embunpelangi1.blogspot.com/



Andaikan seikat bunga dapat menjadi saksi bahwa aku pernah mencintainya. Tulus.












Jumat, 26 Juni 2015

Kata CINTA

Ada satu kata yang membuat aku senang, sedih, pilu, bingung, marah dan banyak perasaan yang mengungkapkan sebuah kata CINTA.

Source : https://dwihutapea.files.wordpress.com/2010/05/definisi-cinta.jpg

Seandainya hanya ada satu cinta, lalu kenapa harus berganti pasangan?
Cinta untuk selamanya atau cinta yang ada batas waktunya??
Aku tak pernah mengerti apa yang dinamakan dengan Cinta.
SULIT dijelaskan dan sulit dipercaya.

Ketika seorang pria menyatakan cinta padaku,
pertanyaan standar itu terngiang dalam benakku.
sampai kapan kau akan mengatakan cinta?
yakin tak ada yang lebih kau cintai sebagai pendamping hidup?
yakin untuk memilih aku sebagai cintamu?
Tidakkah kau selalu memaafkan atas nama cinta ?
atau justru dengan mengatasnamakan cinta kamu pergi meninggalkanku.

Banyak cinta, banyak alasan untuk cinta dan banyak pula penjelasan tentang cinta.

Cinta bukan hanya berbicara soal rasa yang tumbuh, cinta juga mengimplementasikan sebuah perilaku dan jalan berpikir seseorang.
Menurutku, ketika pasangan sudah mempunyai rasa saling,
saling menghargai, saling mengingatkan, saling memaafkan, saling terbuka, saling mengurus hidup dirinya dan hidupku. Mungkin... itu pasangan yang bertoleransi tinggi.

Tapi cinta adalah rasa ingin diperhatikan, terkadang seseorang lebih merasa di cintai bila pasangannya marah padanya, menangisinya, melarangnya bahkan memaksakan kehendaknya. Mungkin.. ini yang dinamakan pasangan emosional.

Banyak penjelasan tentang Cinta. Tetapi, aku tidak membutuhkan banyak kata lain selain MENGERTI.
Cinta memerlukan akal sehat dan bathin yang sehat juga, cinta itu dijalani dengan keikhlasan lahir dan bathin. Jika seseorang menjalani cinta tanpa keikhlasan lahir dan bathin, apa yang ia dapatkan ?? Bukan cinta tapi kesedihan sepanjang hidupnya.
Cinta perlu mengerti dan mengenal karakter,
Apa yang membuatnya nyaman dan tidak nyaman?
Bagaimana aku perlu berperilaku di depannya?
Kata apa yang membuatnya senang atau terluka ?
Bagaimana cara mengembalikan rasa bahagia nya ketika ia sedang terpuruk, bosan atau putus asa ?
Banyak pertanyaan kepada diri sendiri untuk membuat orang MENGERTI.

Cinta itu belajar, ada sebuah kata "Rumah Tangga adalah sebuah sekolah tanpa pernah mendapatkan gelar sarjana, belajar setiap harinya" aku belum tahu sumber kata ini dari mana dan dari siapa.

Pada akhirnya, cinta hanya mengenal perpisahan tidak mengenal tamat.
Berpisah karena jiwa terlepas dari raga atau berpisah karna jenuh dan merasa ada cinta yang lain.

Memang tak perlu memilah cinta, aku bisa hidup dengan siapapun yang memiliki cinta kepadaku. Tapi tak semudah itu ternyata, hidup itu campur aduk, dimana saling keterkaitan dan penuh teka teki. Begitu juga dengan cinta.
Aku tak cukup Mengerti, tak hanya aku yang harus mengerti.
tapi ada bagian lain, yang dinamakan pasangan hidup yang perlu mengerti juga.
menerapkan teori saling, agar kita penuh toleransi.
tapi ini membuatku bosan.. aku ingin pergi dari kehidupan seperti ini.
aku perlu emosi... emosi cinta.
Tapi setiap hari membuat aku tidai ingin bernafas, stress dibuatnya.
jika ideal aku mau keduanyaa... mencintai dengan luapan emosi dan tolerasi.

Tapi ego dan karakter yang sudah dibangun tak bisa diruntuhkan dalam sekejap.

Cinta itu RUMIT.

Minggu, 31 Mei 2015

Rindu

Berawal dari kata cinta untuk bisa mencintai, berawal dari kata ingin untuk bisa menginginkan, sedangkan kamu, tak ada awal dan tak ada akhir selalu mencintai dan menginginkan kamu.


Hanya dengan melihat punggung dan pundak mu yang tegak menghadap ke arah kiblat, membuat aku seperti seseorang yang sangat dicintai. Dicintai karena aku terpilih sebagai wanita yang selalu kamu cintai.

Aku rindu...
Rindu dengan laki laki yang menjadi imam dalam shalatku.


Minggu, 24 Mei 2015

Merajut Asa

Menghilang tanpa jawaban, mendekap tanpa kata
asa yang lama memudar, kembali tanpa harapan yang pasti
akan kemanakah jalan hidup yang terpilih ini ??


Gelap di tempat yang terang, seakan tersudut di tempat yang luas
Seperti angin yang mebawa debu pergi, debu itu tak pernah habisnya..
Angin hanya menerbangkan debu dan menjatuhkannya sesukanya
Ketika debu itu terjatuh mungkin angin akan membawanya kembali, atau ia akan bersatu dengan air ??

Tak ada salahnya mengikuti keinginan alam bukan ??

Tak ada kata yang bisa menjelaskan sesuatu akan apapun. 

Kamis, 18 September 2014

Teruntuk Kekasihku

Kekasihku...
Maafkan aku...

Aku tak pernah mengerti bagaimana kau mencintai aku.
Aku tak pernah mengerti jalan pikiranmu tentang aku.
Aku tak pernah mau mengerti situasi dan kondisimu.
Aku tak pernah mengulurkan tanganku untuk meraih tanganmu.
Aku tak pernah ingin mendengar tajamnya lidahmu.
Aku tak pernah setuju dengan keputusanmu.

Hal bodoh yang sering aku lakukan tidak membuatmu meninggalkan aku, meski aku tau banyak hal yang membuatmu berubah. Kau tidak mudah menerima kenyataan, tapi kekasihku, aku lah yanh tidak bisa menerima kenyataan ini.

Waktu tak dapat kembali, semuanya sudah terjadi.
Menurutmu aku harus bagaimana?
Kekasihku tak pernah mengatakan secara detail bagaimana aku harus mencintainya.
Bagaimana aku harus tetap bertahan ?
Kekasihku, aku takut.. Dunia ini terus berubah setiap detiknya.
Aku tak pernah mengerti apa yang aku lakukan.
Bagaimana cara nya agar aku percaya jiwa mu adalah milikku?
Hal ini aku tulis dengan banyak keraguan dan perdebatan hati.
Banyak pertanyaan yang sesungguhnya hanya akulah yang bisa menjawab dengan merasakan keadaan ini.
Kekasihku, apa jalan ini benar ?
Aku ingin percaya kekasihku tak akan sanggup meninggalkan aku.
Aku ingin selalu percaya cintamu itu tulus.
Bukan untuk menyakitiku, tapi selalu kau tegaskan pada sikapmu "ini yang harus dijalani dan ini yang terbaik"
Tapi aku tak pernah mau menerima kenyataan.
Aku harus menguraikan semuanya agar jadi hikmah ??
Apa yang aku bicarakan ini ??
Kau tak akan pernah bisa mengerti.
Tapi jika kau mengerti, kamu akan tau betapa aku mencintaimu.
Aku tidak tahu cara untuk memberikan cinta ini padamu.
Aku juga belum bisa mengerti pesanmu bagaimana caramu untuk mencintai aku.
Aku hanya melihat kekejamanmu.
Aku hanya tak pernah bisa mengerti bagaimana cinta harus bersatu dalam keadaan seperti ini?

Kekasihku, egoiskah aku berkata seolah alu yang meratapi ??
Sementara aku tak mau mengerti kamu.
Tetapi kenapa kau tetap mengatakan kau mencintaiku ?
Kau memberikan harapan kekasihku.
Kau bersalah untuk ini.
Harapan itu menyakitkan !!!
Kau seharusnya mengatakan apa yang sebenarnya.
Bukan seolah-olah ini akan baik-baik saja.
Untuk menghiburku ??
Ini bukan hiburan jika diakhir acara aku menangis.
Atau kamu ingin membuat aku mandiri??
Ingin melihat berapa banyak lagi kepura-puraan aku tentang ini semua ??
Aku tak pernah mau menerima kenyataan ini.
Menurutmu kata-kata ku menguatkan kamu??
Sudikah kamu menyelami hati aku lebih dalam.
Mengertilah apa yang aku inginkan.

Cinta itu tidak seperti yang difikir.
Meski kita tetap pada logika.
Banyak sisi untuk cinta.
Kamu bisa berucap, kamu melakukan ini karna kamu mencintaiku ? Ini jalan yang terbaik ?
Argh, itu kebodohanmu yang berulang.
Yang tidak pernah aku mengerti.
Kamu juga pernah mengatakan, kamu akan selalu bersamaku, disampingku.
Itu KLISE, kiasan kata-kata penuh harapan.
Kita tidak pernah tau jawaban dari masa depan atas pertanyaan kita sekarang, atas semua yang terjadi, atas semua keputusan-keputusan.

Kekasihku, jabarkan bagaimana ?
Apa yang harus aku lakukan?


Sabtu, 19 Juli 2014

kembali tapi tak kembali

Assalamualaikum wr wb

Sudah lama sekali tak mencurahkan hati pada satu media internet. Bersyukur masih diberikan kesempatan untuk masih tetap hidup.
Banyak hal yang ku inginkan
Banyak hal pula yang kurindukan

Kesempurnaan adalah cara pandang kita
Bersyukur adalah kunci dari semuanya

Tidak ada yang bisa ku ceritakan
Aku bahkan tidak bisa mengatakan apapun lagi
Hanya Allah SWT dan aku yang tau
Apa yang aku rasakan
Apa yang aku inginkan
Apa yang aku rindukan

Jika kata seandainya dapat aku sebutkan kembali dalam setiap nafas ini
Saat itu lah aku tak pernah menatap masa depan

Jika kata seharusnya selalu aku ucapkan
Maka sejujurnya aku tidak pernah melakukan apa-apa

Keyakinan dan semangat yang mulai harus aku terapkan dalam hidupku...
Yakin akan takdir
Semangat akan hidup

Hati yang dapat mengetahui hati yang mencintainya.




Kamis, 27 Maret 2014

my month

Ini adalah bulan kelahiranku, Maret. tepatnya tanggal 22, 22 tahun silam.
Dengan kehampaan aku jalani disetiap detiknya, tidak ada yang memberika sebuah kejutan terencana.
tak ada yang memelukku dan mengucapkan selamat ulang tahun. Sangat hampa.

Maret akan segera berakhir, aku yakin April akan lebih baik. aku berdoa dengan umur yang semakin bertambah, semoga Allah selalu membimbing dan melindungi aku dari niatan2 yang buruk.

Jika ada pasanganku aku akan bertanya, "mengapa kau lama menjemputku?"