Rabu, 02 Desember 2015

Jodoh - Tere Liye

*Jodoh itu....

1. Jangan menikah karena kesepian, menikah karena orang lain sudah menikah semua, tinggal kita seorang yang belum, aduhai, pernikahan itu bukan trend, yang semua orang bisa ikut-ikutan, apalagi karena nggak enak terlihat aneh sendiri. Dan terlepas dari itu, catat baik-baik, banyak orang yang setelah menikah, dia tetap merasa sepi, sendirian.

2. Jangan menikah karena alasan orang lain. Itu betul, dalam peristiwa dramatis, kita bisa segera menikah agar orang tua sempat menyaksikan sebelum meninggal, agar mereka bahagia. Tapi menikahlah karena alasan kita sendiri, jadikan itu patokan terbesar. Karena yang menjalani kehidupan berumah-tangga itu adalah kita, bukan orang lain. Dan karena, jika besok lusa pernikahan itu gagal, kita tidak menyalahkan orang lain--itu sungguh tiada manfaatnya.

3. Semua pernikahan itu punya masalah. Bohong jika ada yang bilang keluarga mereka baik-baik saja sepanjang masa. Lantas kenapa sebuah pernikahan bisa awet? Karena ada yang sabar dan mengalah. Satu-satunya bekal pernikahan yang tiada pernah kurang adalah: sabar. Punya sabar segunung, tetap kurang banyak. Punya sabar selangit, pun tetap kurang banyak. Jadi bekalnya tidak harus mobil, rumah, peralatan dapur, dsbgnya. Sekelas Umar Bin Khattab saja masih membutuhkan rasa sabar ekstra.

4. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita. Tidak ada alatnya, tidak ada aplikasinya, dan tidak akan ditemukan. Kita baru tahu setelah kita menjalani pernikahan tersebut. Dan rumitnya, itu juga belum cukup. Banyak yang berpisah jalan setelah sekian lama menikah. Lantas kapan dong kita baru tahu persis? Tidak ada jawabannya. Nah, dengan situasi seperti itu, jangan habiskan waktu dengan cemas apakah ini jodoh terbaik atau bukan. Jika kalian muslim, tegakkanlah shalat istikharah, dapatkan keyakinan, kemudian bismillah, jalani dengan mantap.

5. Well, tidak ada jodoh yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti punya kekurangan. Ada yang ganteng/cantik pol, ternyata kalau tidur ngoroknya seperti sirene. Ada yang bertanggung-jawab nan setia, ternyata pelupa, dia lupa harus menjemput istrinya di manalah. Tapi kita selalu bisa membuat yang tidak sempurna itu menjadi indah, keren, seperti pelangi, sepanjang kita bersedia menerima kekurangannya. Orang2 yang sibuk memasang kriteria sempurna bagi calon jodohnya, akan hidup sendiri hingga alien menyerang bumi.

6. Tidak ada yang tahu kapan persisnya kita akan menikah. Eh, yang masih kecentilan, manja-manja, ternyata besok sudah menikah, atau malah punya anak dua. Yang terlihat dewasa sekali, sudah siap sekali, bahkan bijak nian bicara soal menikah, ternyata bertahun-tahun tetap sendiri. Maka, saat kita tidak tahu kapan jodoh itu akan datang, fokuslah memperbaiki diri sendiri. Saat kesempatannya datang, ingatlah nasehat lama, kesempatan baik tidak datang dua kali. Tapi ketika kesempatannya lolos, gagal, juga ingatlah petuah orang tua, akan selalu ada kesempatan2 berikutnya bagi orang yang sabar.

7. Pekerjaan tetap, mapan, dan lain-lain itu jangan dijadikan syarat mutlak mencari jodoh. Itu betul, sungguh menyenangkan jika jodoh kita ternyata sudah mapan, berkecukupan. Tapi boleh jadi akan lebih spesial lagi, jika kita bersama-sama menjalani hidup sederhana, untuk kemudian menjadi lebih baik setiap harinya. Lebih baik pastikan saja, semua pihak memahami tanggungjawabnya. Misal, adalah tanggungjawab suami mencari nafkah. Boleh istri bekerja? Ikut membantu nafkah keluarga? Dikembalikan ke masing2 pasangan mau seperti apa. Tapi jelas sekali, jika istri bekerja, penghasilannya adalah milik dia--soal dia mau memberikannya ke keluarga atau tidak, itu urusan dia. Tanggungjawab mutlak tetap ada di suami. Pemahaman2 seperti ini penting loh, agar kalian laki-laki yang sekarang sibuk galau, apalagi sibuk tebar pesona, tahu persis saat menikah nanti.

8. Mencari jodoh itu tidak rumit. :) Ini beneran loh. Mencari jodoh itu sederhana. Kalian bisa meminta orang tua mencarikan (karena itu juga salah-satu kewajiban mereka). Juga bisa minta sahabat menjadi intel perjodohan. Jodoh itu ada di mana-mana, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di angkutan umum saat berangkat beraktivitas, di mesjid, di komplek rumah, dll, dll. Tapi kenapa kadang terasa rumit sekali? Karena kitalah yang membuatnya rumit. Catat baik-baik, di dunia ini sudah milyaran orang pernah menikah. Milyaran pasangan. Nah, di mana rumitnya jika orang lain toh milyaran telah menikah.

9. Terakhir, kalau kalian mau belajar banyak hal tentang jodoh, maka jangan belajar dari novel2 (apalagi novel Tere Liye), dari film fiksi, dari sinetron, serial. Aduh, itu fiksi loh. Dikarang2 saja sama penulis ceritanya. Melainkan belajarlah dari orang tua di sekitar kalian. Kakek-nenek, opa-oma, mbah buyut, yang sudah menikah puluhan tahun, tapi tetap langgeng dan bahagia. Amati, pelajari, dengarkan nasehat mereka, itu penting sekali, kehidupan mereka bisa jadi contoh. Maka besok lusa saat kita menikah, mendadak muncul masalah serius, kita bisa meneladani mereka, bagaimana cara mereka mengatasi masalah. Itu selalu bisa jadi pelajaran kehidupan yang tiada ternilai.

*Tere Liye

Selasa, 01 Desember 2015

Hidup untuk ikhlas atau ikhlas untuk hidup

Ujian itu adalah sesuatu yang kita pertahankan. Ego.
Penderitaan itu muncul karena ada yang disebut dengan ketidak sesuaian antara harapan dan kenyataan. 
Kekecewaan muncul ketika terlalu mengharapkan sesuatu sesuai dengan kenyataan.

Kemudian, apa yang harus aku lakukan??
Berharap 'ikhlas' itu mudah ??
Atau berusaha 'meng'ikhlaskan ??

Ya Tuhan...
Terlalu banyak yang tidak aku ketahui..
Kadang aku berfikir, aku sudah melampaui batas.
Batasanku sebagai manusia adalah berdoa dan ikhtiar,
Bukan seperti sekarang ini..
Aku berharap dan menegaskan sesuatu.

Ujianku adalah yang aku pertahankan, 
egoku untuk menjadi yang sempurna sesuai paradigma manusia.
Padahal manusia apa aku ini??

Ahh, dasar manusia. 
Bagaimana bisa manusia harus terlihat baik di mata manusia lainnya?
Sedangkan manusia tidak pernah mengerti sesama manusia,
Bahkan manusia itu sendiri yang bilang manusia tidak pernah ada yang sama,
Lalu untuk apa manusia saling menyalahkan?

Aku berusaha ikhlas, aku berusaha ikhlas, aku berusaha ikhlas.
Aku perlu hidup untuk ikhlas,
Aku harus ikhlas untuk hidup.


Selasa, 07 Juli 2015

Mengemis Kasih

MENGEMIS KASIH

Album : Gema Alam
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terhiretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menhiris hati

Tuhan dosaku menggunung
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku


source : http://asyrafiah.blogspot.com/

Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah berharap cinta dan kasih dari manusia, berakhir dengan luka hati. Tak terlihat tapi terasa perih. Aku tidak menyalahkan manusia lainnya, aku menyalahkan diriku sendiri. Mengapa? harus jatuh kedalam harapan yang palsu? yang semuanya akan sirna tergerus waktu.

Kecewa, menangis, mengeluh kemudian menyesal. Tidak ada lagi yang dapat mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutku, tak ada yang mengerti. Ya Allah, berikan jalan yang terbaik untukku. Lindungilah  aku dari segala kerugian yang akan terjadi atas apa yang telah aku putuskan. Engkau sebaik baiknya pembuat keputusan untuk hambanya.

Banyak yang tak bisa ku ucapkan dalam bait kata yang ku ketik, banyak yang tak bisa ku ceritakan bahkan tak ku akui dalam hati bahwa aku sudah terlalu jauh melangkah. Aku sudah terlalu jauh merencanakan akan hal hal yang ku anggap ini bisa terjadi. Tapi, apakah Allah akan mengizinkannya? Ya Allah, apa yang harus aku lakukan ?? Aku terlalu banyak berlumur dosa, aku banyak berbuat salah.

source : http://embunpelangi1.blogspot.com/



Andaikan seikat bunga dapat menjadi saksi bahwa aku pernah mencintainya. Tulus.












Jumat, 26 Juni 2015

Kata CINTA

Ada satu kata yang membuat aku senang, sedih, pilu, bingung, marah dan banyak perasaan yang mengungkapkan sebuah kata CINTA.

Source : https://dwihutapea.files.wordpress.com/2010/05/definisi-cinta.jpg

Seandainya hanya ada satu cinta, lalu kenapa harus berganti pasangan?
Cinta untuk selamanya atau cinta yang ada batas waktunya??
Aku tak pernah mengerti apa yang dinamakan dengan Cinta.
SULIT dijelaskan dan sulit dipercaya.

Ketika seorang pria menyatakan cinta padaku,
pertanyaan standar itu terngiang dalam benakku.
sampai kapan kau akan mengatakan cinta?
yakin tak ada yang lebih kau cintai sebagai pendamping hidup?
yakin untuk memilih aku sebagai cintamu?
Tidakkah kau selalu memaafkan atas nama cinta ?
atau justru dengan mengatasnamakan cinta kamu pergi meninggalkanku.

Banyak cinta, banyak alasan untuk cinta dan banyak pula penjelasan tentang cinta.

Cinta bukan hanya berbicara soal rasa yang tumbuh, cinta juga mengimplementasikan sebuah perilaku dan jalan berpikir seseorang.
Menurutku, ketika pasangan sudah mempunyai rasa saling,
saling menghargai, saling mengingatkan, saling memaafkan, saling terbuka, saling mengurus hidup dirinya dan hidupku. Mungkin... itu pasangan yang bertoleransi tinggi.

Tapi cinta adalah rasa ingin diperhatikan, terkadang seseorang lebih merasa di cintai bila pasangannya marah padanya, menangisinya, melarangnya bahkan memaksakan kehendaknya. Mungkin.. ini yang dinamakan pasangan emosional.

Banyak penjelasan tentang Cinta. Tetapi, aku tidak membutuhkan banyak kata lain selain MENGERTI.
Cinta memerlukan akal sehat dan bathin yang sehat juga, cinta itu dijalani dengan keikhlasan lahir dan bathin. Jika seseorang menjalani cinta tanpa keikhlasan lahir dan bathin, apa yang ia dapatkan ?? Bukan cinta tapi kesedihan sepanjang hidupnya.
Cinta perlu mengerti dan mengenal karakter,
Apa yang membuatnya nyaman dan tidak nyaman?
Bagaimana aku perlu berperilaku di depannya?
Kata apa yang membuatnya senang atau terluka ?
Bagaimana cara mengembalikan rasa bahagia nya ketika ia sedang terpuruk, bosan atau putus asa ?
Banyak pertanyaan kepada diri sendiri untuk membuat orang MENGERTI.

Cinta itu belajar, ada sebuah kata "Rumah Tangga adalah sebuah sekolah tanpa pernah mendapatkan gelar sarjana, belajar setiap harinya" aku belum tahu sumber kata ini dari mana dan dari siapa.

Pada akhirnya, cinta hanya mengenal perpisahan tidak mengenal tamat.
Berpisah karena jiwa terlepas dari raga atau berpisah karna jenuh dan merasa ada cinta yang lain.

Memang tak perlu memilah cinta, aku bisa hidup dengan siapapun yang memiliki cinta kepadaku. Tapi tak semudah itu ternyata, hidup itu campur aduk, dimana saling keterkaitan dan penuh teka teki. Begitu juga dengan cinta.
Aku tak cukup Mengerti, tak hanya aku yang harus mengerti.
tapi ada bagian lain, yang dinamakan pasangan hidup yang perlu mengerti juga.
menerapkan teori saling, agar kita penuh toleransi.
tapi ini membuatku bosan.. aku ingin pergi dari kehidupan seperti ini.
aku perlu emosi... emosi cinta.
Tapi setiap hari membuat aku tidai ingin bernafas, stress dibuatnya.
jika ideal aku mau keduanyaa... mencintai dengan luapan emosi dan tolerasi.

Tapi ego dan karakter yang sudah dibangun tak bisa diruntuhkan dalam sekejap.

Cinta itu RUMIT.

Minggu, 31 Mei 2015

Rindu

Berawal dari kata cinta untuk bisa mencintai, berawal dari kata ingin untuk bisa menginginkan, sedangkan kamu, tak ada awal dan tak ada akhir selalu mencintai dan menginginkan kamu.


Hanya dengan melihat punggung dan pundak mu yang tegak menghadap ke arah kiblat, membuat aku seperti seseorang yang sangat dicintai. Dicintai karena aku terpilih sebagai wanita yang selalu kamu cintai.

Aku rindu...
Rindu dengan laki laki yang menjadi imam dalam shalatku.


Minggu, 24 Mei 2015

Merajut Asa

Menghilang tanpa jawaban, mendekap tanpa kata
asa yang lama memudar, kembali tanpa harapan yang pasti
akan kemanakah jalan hidup yang terpilih ini ??


Gelap di tempat yang terang, seakan tersudut di tempat yang luas
Seperti angin yang mebawa debu pergi, debu itu tak pernah habisnya..
Angin hanya menerbangkan debu dan menjatuhkannya sesukanya
Ketika debu itu terjatuh mungkin angin akan membawanya kembali, atau ia akan bersatu dengan air ??

Tak ada salahnya mengikuti keinginan alam bukan ??

Tak ada kata yang bisa menjelaskan sesuatu akan apapun. 

Kamis, 18 September 2014

Teruntuk Kekasihku

Kekasihku...
Maafkan aku...

Aku tak pernah mengerti bagaimana kau mencintai aku.
Aku tak pernah mengerti jalan pikiranmu tentang aku.
Aku tak pernah mau mengerti situasi dan kondisimu.
Aku tak pernah mengulurkan tanganku untuk meraih tanganmu.
Aku tak pernah ingin mendengar tajamnya lidahmu.
Aku tak pernah setuju dengan keputusanmu.

Hal bodoh yang sering aku lakukan tidak membuatmu meninggalkan aku, meski aku tau banyak hal yang membuatmu berubah. Kau tidak mudah menerima kenyataan, tapi kekasihku, aku lah yanh tidak bisa menerima kenyataan ini.

Waktu tak dapat kembali, semuanya sudah terjadi.
Menurutmu aku harus bagaimana?
Kekasihku tak pernah mengatakan secara detail bagaimana aku harus mencintainya.
Bagaimana aku harus tetap bertahan ?
Kekasihku, aku takut.. Dunia ini terus berubah setiap detiknya.
Aku tak pernah mengerti apa yang aku lakukan.
Bagaimana cara nya agar aku percaya jiwa mu adalah milikku?
Hal ini aku tulis dengan banyak keraguan dan perdebatan hati.
Banyak pertanyaan yang sesungguhnya hanya akulah yang bisa menjawab dengan merasakan keadaan ini.
Kekasihku, apa jalan ini benar ?
Aku ingin percaya kekasihku tak akan sanggup meninggalkan aku.
Aku ingin selalu percaya cintamu itu tulus.
Bukan untuk menyakitiku, tapi selalu kau tegaskan pada sikapmu "ini yang harus dijalani dan ini yang terbaik"
Tapi aku tak pernah mau menerima kenyataan.
Aku harus menguraikan semuanya agar jadi hikmah ??
Apa yang aku bicarakan ini ??
Kau tak akan pernah bisa mengerti.
Tapi jika kau mengerti, kamu akan tau betapa aku mencintaimu.
Aku tidak tahu cara untuk memberikan cinta ini padamu.
Aku juga belum bisa mengerti pesanmu bagaimana caramu untuk mencintai aku.
Aku hanya melihat kekejamanmu.
Aku hanya tak pernah bisa mengerti bagaimana cinta harus bersatu dalam keadaan seperti ini?

Kekasihku, egoiskah aku berkata seolah alu yang meratapi ??
Sementara aku tak mau mengerti kamu.
Tetapi kenapa kau tetap mengatakan kau mencintaiku ?
Kau memberikan harapan kekasihku.
Kau bersalah untuk ini.
Harapan itu menyakitkan !!!
Kau seharusnya mengatakan apa yang sebenarnya.
Bukan seolah-olah ini akan baik-baik saja.
Untuk menghiburku ??
Ini bukan hiburan jika diakhir acara aku menangis.
Atau kamu ingin membuat aku mandiri??
Ingin melihat berapa banyak lagi kepura-puraan aku tentang ini semua ??
Aku tak pernah mau menerima kenyataan ini.
Menurutmu kata-kata ku menguatkan kamu??
Sudikah kamu menyelami hati aku lebih dalam.
Mengertilah apa yang aku inginkan.

Cinta itu tidak seperti yang difikir.
Meski kita tetap pada logika.
Banyak sisi untuk cinta.
Kamu bisa berucap, kamu melakukan ini karna kamu mencintaiku ? Ini jalan yang terbaik ?
Argh, itu kebodohanmu yang berulang.
Yang tidak pernah aku mengerti.
Kamu juga pernah mengatakan, kamu akan selalu bersamaku, disampingku.
Itu KLISE, kiasan kata-kata penuh harapan.
Kita tidak pernah tau jawaban dari masa depan atas pertanyaan kita sekarang, atas semua yang terjadi, atas semua keputusan-keputusan.

Kekasihku, jabarkan bagaimana ?
Apa yang harus aku lakukan?