Perjalanan kehidupan yang tak pernah ku impikan itu aku dapatkan dalam keterpurukan yang mendalam. Berbagai faktor dapat dijadikan alasan untuk memberikan jawaban dan sedikit menambahkan bumbu untuk sebuah cerita kehidupan.
Perjalanan hidupku itu bagaikan drama yang akan tamat ketika aku berhenti memerankannya, aku memerankan sebuah peran yang sangat penting, aku adalah seorang Putri sekaligus Kesatria yang tangguh. Aku pahlawan dalam dimensi kehidupan yang aku rancang dan aku imajinasikan. Seorang Putri ketika aku harus berusaha membahagiakan keluarga dan lingkunganku dan seorang Kesatria ketika aku harus meneteskan darah untuk melindungi orang-orang yang aku cintai.
Cinta itu buta, ia bahkan tak mengenal kepalsuan.
Percaya pada orang yang bahkan pernah meminta maaf dan berjanji akan hidup bersama, merajut asa bersama, tertawa bersama, memecahkan masalah bersama ternyata bukan sebuah keputusan yang terbaik. Ada kalanya aku perlu mendengarkan orang yang mencintai aku ketika aku harus memilih cinta, pendamping hidup.
Bukan untuk sebentar aku bersama seseorang yang bisa menjadi sahabat, saudara, kakak, adik, ayah bahkan musuh. Menyenangkan meskipun berjalan di kehidupan yang fana namun penuh resiko. Surga dan neraka menunggu di akhir kehidupan.
Perjalanan kehidupan yang tak pernah ku impikan itu aku dapatkan dalam keterpurukan yang mendalam. Aku merasakan sakit yang teramat dalam, aku merasa lemah dan lelah, aku merasa sendiri. Saat itu lah aku merasakan Allah sangat menyayangiku. Berbagai faktor dapat dijadikan alasan untuk memberikan jawaban dan sedikit menambahkan bumbu untuk sebuah cerita kehidupan. Banyak alasan yang aku pikirkan untuk menjadi latar belakang dalam menentukan sebuah hikmah yang Allah kirim kan kepadaku, sebuah pembelajaran yang nyata.
Fase kehidupan dunia yang indah berubah menjadi keterpurukan yang mendalam. Perencanaan yang total tak direstui ilahi. Usapan cinta tangan Allah terasa bagai cambuk yang perih, menyedihkan. Berasa menenggak racun yang hanya memakan seluruh organku tanpa menghentikan denyut jantung, kosong dan hilang arah. Racun itu terasa lama tapi sebenarnya tidak, Allah memberikan penawarnya sekaligus pil penambah imun. Subhanallah, Alhamdulillah.
Allah memberikan aku saudara, teman kerja, sahabat, guru untuk menemaniku menjalani hidup ini. Kehidupan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, kehidupan yang memaksimalkan kemampuanku tanpa merubah kodratku. Allah bahkan sangat memperhatikan berbagai detail apa yang terjadi dalam hidupku, aku seolah menjadi manusia baru yang lebih kuat dan bermanfaat.
Perjalanan ini akan terus menjadi sebuah proses cerita kehidupan seorang Putri Raja sekaligus kesatria tangguh. Ada Allah dalam hatinya, ada Allah dalam setiap hembusan nafasnya, ada Allah dalam kehidupannya.