Jumat, 26 Juni 2015

Kata CINTA

Ada satu kata yang membuat aku senang, sedih, pilu, bingung, marah dan banyak perasaan yang mengungkapkan sebuah kata CINTA.

Source : https://dwihutapea.files.wordpress.com/2010/05/definisi-cinta.jpg

Seandainya hanya ada satu cinta, lalu kenapa harus berganti pasangan?
Cinta untuk selamanya atau cinta yang ada batas waktunya??
Aku tak pernah mengerti apa yang dinamakan dengan Cinta.
SULIT dijelaskan dan sulit dipercaya.

Ketika seorang pria menyatakan cinta padaku,
pertanyaan standar itu terngiang dalam benakku.
sampai kapan kau akan mengatakan cinta?
yakin tak ada yang lebih kau cintai sebagai pendamping hidup?
yakin untuk memilih aku sebagai cintamu?
Tidakkah kau selalu memaafkan atas nama cinta ?
atau justru dengan mengatasnamakan cinta kamu pergi meninggalkanku.

Banyak cinta, banyak alasan untuk cinta dan banyak pula penjelasan tentang cinta.

Cinta bukan hanya berbicara soal rasa yang tumbuh, cinta juga mengimplementasikan sebuah perilaku dan jalan berpikir seseorang.
Menurutku, ketika pasangan sudah mempunyai rasa saling,
saling menghargai, saling mengingatkan, saling memaafkan, saling terbuka, saling mengurus hidup dirinya dan hidupku. Mungkin... itu pasangan yang bertoleransi tinggi.

Tapi cinta adalah rasa ingin diperhatikan, terkadang seseorang lebih merasa di cintai bila pasangannya marah padanya, menangisinya, melarangnya bahkan memaksakan kehendaknya. Mungkin.. ini yang dinamakan pasangan emosional.

Banyak penjelasan tentang Cinta. Tetapi, aku tidak membutuhkan banyak kata lain selain MENGERTI.
Cinta memerlukan akal sehat dan bathin yang sehat juga, cinta itu dijalani dengan keikhlasan lahir dan bathin. Jika seseorang menjalani cinta tanpa keikhlasan lahir dan bathin, apa yang ia dapatkan ?? Bukan cinta tapi kesedihan sepanjang hidupnya.
Cinta perlu mengerti dan mengenal karakter,
Apa yang membuatnya nyaman dan tidak nyaman?
Bagaimana aku perlu berperilaku di depannya?
Kata apa yang membuatnya senang atau terluka ?
Bagaimana cara mengembalikan rasa bahagia nya ketika ia sedang terpuruk, bosan atau putus asa ?
Banyak pertanyaan kepada diri sendiri untuk membuat orang MENGERTI.

Cinta itu belajar, ada sebuah kata "Rumah Tangga adalah sebuah sekolah tanpa pernah mendapatkan gelar sarjana, belajar setiap harinya" aku belum tahu sumber kata ini dari mana dan dari siapa.

Pada akhirnya, cinta hanya mengenal perpisahan tidak mengenal tamat.
Berpisah karena jiwa terlepas dari raga atau berpisah karna jenuh dan merasa ada cinta yang lain.

Memang tak perlu memilah cinta, aku bisa hidup dengan siapapun yang memiliki cinta kepadaku. Tapi tak semudah itu ternyata, hidup itu campur aduk, dimana saling keterkaitan dan penuh teka teki. Begitu juga dengan cinta.
Aku tak cukup Mengerti, tak hanya aku yang harus mengerti.
tapi ada bagian lain, yang dinamakan pasangan hidup yang perlu mengerti juga.
menerapkan teori saling, agar kita penuh toleransi.
tapi ini membuatku bosan.. aku ingin pergi dari kehidupan seperti ini.
aku perlu emosi... emosi cinta.
Tapi setiap hari membuat aku tidai ingin bernafas, stress dibuatnya.
jika ideal aku mau keduanyaa... mencintai dengan luapan emosi dan tolerasi.

Tapi ego dan karakter yang sudah dibangun tak bisa diruntuhkan dalam sekejap.

Cinta itu RUMIT.