Kamis, 18 September 2014

Teruntuk Kekasihku

Kekasihku...
Maafkan aku...

Aku tak pernah mengerti bagaimana kau mencintai aku.
Aku tak pernah mengerti jalan pikiranmu tentang aku.
Aku tak pernah mau mengerti situasi dan kondisimu.
Aku tak pernah mengulurkan tanganku untuk meraih tanganmu.
Aku tak pernah ingin mendengar tajamnya lidahmu.
Aku tak pernah setuju dengan keputusanmu.

Hal bodoh yang sering aku lakukan tidak membuatmu meninggalkan aku, meski aku tau banyak hal yang membuatmu berubah. Kau tidak mudah menerima kenyataan, tapi kekasihku, aku lah yanh tidak bisa menerima kenyataan ini.

Waktu tak dapat kembali, semuanya sudah terjadi.
Menurutmu aku harus bagaimana?
Kekasihku tak pernah mengatakan secara detail bagaimana aku harus mencintainya.
Bagaimana aku harus tetap bertahan ?
Kekasihku, aku takut.. Dunia ini terus berubah setiap detiknya.
Aku tak pernah mengerti apa yang aku lakukan.
Bagaimana cara nya agar aku percaya jiwa mu adalah milikku?
Hal ini aku tulis dengan banyak keraguan dan perdebatan hati.
Banyak pertanyaan yang sesungguhnya hanya akulah yang bisa menjawab dengan merasakan keadaan ini.
Kekasihku, apa jalan ini benar ?
Aku ingin percaya kekasihku tak akan sanggup meninggalkan aku.
Aku ingin selalu percaya cintamu itu tulus.
Bukan untuk menyakitiku, tapi selalu kau tegaskan pada sikapmu "ini yang harus dijalani dan ini yang terbaik"
Tapi aku tak pernah mau menerima kenyataan.
Aku harus menguraikan semuanya agar jadi hikmah ??
Apa yang aku bicarakan ini ??
Kau tak akan pernah bisa mengerti.
Tapi jika kau mengerti, kamu akan tau betapa aku mencintaimu.
Aku tidak tahu cara untuk memberikan cinta ini padamu.
Aku juga belum bisa mengerti pesanmu bagaimana caramu untuk mencintai aku.
Aku hanya melihat kekejamanmu.
Aku hanya tak pernah bisa mengerti bagaimana cinta harus bersatu dalam keadaan seperti ini?

Kekasihku, egoiskah aku berkata seolah alu yang meratapi ??
Sementara aku tak mau mengerti kamu.
Tetapi kenapa kau tetap mengatakan kau mencintaiku ?
Kau memberikan harapan kekasihku.
Kau bersalah untuk ini.
Harapan itu menyakitkan !!!
Kau seharusnya mengatakan apa yang sebenarnya.
Bukan seolah-olah ini akan baik-baik saja.
Untuk menghiburku ??
Ini bukan hiburan jika diakhir acara aku menangis.
Atau kamu ingin membuat aku mandiri??
Ingin melihat berapa banyak lagi kepura-puraan aku tentang ini semua ??
Aku tak pernah mau menerima kenyataan ini.
Menurutmu kata-kata ku menguatkan kamu??
Sudikah kamu menyelami hati aku lebih dalam.
Mengertilah apa yang aku inginkan.

Cinta itu tidak seperti yang difikir.
Meski kita tetap pada logika.
Banyak sisi untuk cinta.
Kamu bisa berucap, kamu melakukan ini karna kamu mencintaiku ? Ini jalan yang terbaik ?
Argh, itu kebodohanmu yang berulang.
Yang tidak pernah aku mengerti.
Kamu juga pernah mengatakan, kamu akan selalu bersamaku, disampingku.
Itu KLISE, kiasan kata-kata penuh harapan.
Kita tidak pernah tau jawaban dari masa depan atas pertanyaan kita sekarang, atas semua yang terjadi, atas semua keputusan-keputusan.

Kekasihku, jabarkan bagaimana ?
Apa yang harus aku lakukan?