Selasa, 29 Oktober 2013

Kerapuhan sang Pelangi



“Pelangi itu datang setelah matahari menyinari ketika hujan reda, ia indah dan datang dengan banyak warna, sayangnya pelangi itu hanya datang sebentar, sebenarnya ia rapuh.”

Wanita yang engkau temui mungkin indah, cantik, lucu dll apalah katamu, tetapi mungkin hanya sementara. Ia akan menua, keriput dan mungkin akan tiba saatnya ia pikun dan beruban kemudian akan hilang dilahap liang lahat. Manusia itu pasti mati.
Pertanyaannya, maukah kamu sebagai seorang pria menerima segala kekurangan berikut kelebihannya?? Tidak hanya melihat ia sekarang tapi akan menerima dan tetap mencintaih ingga akhir hayatnya. Wanita yang engkau temui ini sangat ingin engkau cintai, bukan hanya bersama di alam yang fana tetapi terus bersama hingga ke alam yang kekal.
Wanita ini membutuhkan sosok pria yang dapat menjadi imam sekaligus pemimpin, sosok pelindung, sosok sahabat, sosok kakak, sosok guru, sosok yang ajaib. Bukan untuk mencari yang sempurna tetapi yang diinginkan adalah yang ada dalam diri sendiri, hanya saja bagaimana ia berusaha menjadi yang terbaik.
Pada akhirnya tidak akan pernah ada kata penyesalan karena waktu yang dihabiskan bersama adalah suatu anugrah. Tidak akan ada sumpah serapah karena kehilangannya adalah takdir yang telah ditetapkan maha kuasa. Pasrahkan semuanya pada Allah SWT karena sebaik-baiknya adalah pilihan Allah SWT.